Sekilas Info
Selasa, 21 Jul 2026
  • Diberitahukan Kepada Seluruh Mahasiswa STTIND Padang, Bahwa Kuliah Perdana Semester Genap T.A 2025/2026 dimulai pada Tanggal 30 Maret 2026.

Bukan Sekadar Ujian, Mahasiswa Teknik Pertambangan STTIND Padang Adu Inovasi Lewat Maket Tambang Terbuka yang Dinilai Lintas Program Studi

Diterbitkan : - Kategori : Pendidikan / Tak Berkategori

Padang – Suasana berbeda terlihat di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang saat mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan mengikuti Ujian Maket Tambang Terbuka pada mata kuliah Tambang Terbuka yang diampu oleh Ir. Nofrohu Retongga, S.T., M.T., IPP.. Berbeda dengan ujian pada umumnya, mahasiswa ditantang untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari melalui penyusunan maket tambang terbuka sebagai representasi nyata hasil perancangan tambang yang kemudian dipresentasikan di hadapan tim penguji lintas program studi.

Sebanyak 15 tim mahasiswa, yang terdiri dari 8 tim Kelas A dan 7 tim Kelas B, menampilkan karya terbaik mereka dalam bentuk maket tiga dimensi. Setiap maket dirancang berdasarkan kaidah keteknikan pertambangan dengan memperhatikan berbagai aspek teknis, mulai dari geometri pit, konfigurasi jenjang (bench), jalan tambang (ramp), kemiringan (grade) jalan, sistem penyaliran tambang, hingga penempatan alat berat yang digunakan dalam kegiatan operasional tambang terbuka.

Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang menekankan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dengan praktik. Melalui penyusunan maket, mahasiswa tidak hanya memahami konsep perancangan tambang secara teoritis, tetapi juga dituntut mampu menuangkannya ke dalam model yang realistis, terstruktur, dan sesuai dengan standar keteknikan pertambangan.

Keunikan kegiatan ini terletak pada mekanisme evaluasi yang melibatkan tim penguji dari berbagai program studi. Selain dosen Program Studi Teknik Pertambangan, proses penilaian juga melibatkan dosen Program Studi Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Sistem Informasi, serta seluruh staf di lingkungan STTIND Padang. Pendekatan multidisipliner ini memberikan sudut pandang yang lebih komprehensif sehingga mahasiswa memperoleh masukan tidak hanya dari sisi teknis pertambangan, tetapi juga dari aspek efisiensi, keberlanjutan, teknologi, komunikasi, dan kolaborasi.

Pada sesi presentasi, setiap tim memaparkan konsep dan justifikasi teknis atas desain maket yang telah mereka susun. Seluruh anggota tim secara bergantian menjelaskan bagian rancangan yang menjadi tanggung jawab masing-masing, mulai dari desain pit, jenjang tambang, jalan angkut, sistem drainase, hingga pemilihan alat berat. Tim penguji kemudian memberikan berbagai pertanyaan yang menguji kemampuan analisis, pemahaman konsep, serta ketepatan penerapan prinsip-prinsip keteknikan pertambangan.

Model evaluasi ini juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama sebagai sebuah tim. Pembagian tugas yang proporsional, koordinasi antaranggota, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan menjadi bagian penting dalam penilaian. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir berupa maket, tetapi juga berdasarkan proses berpikir, kemampuan memecahkan masalah, dan kualitas kerja sama selama penyusunan proyek.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghasilkan produk fisik berupa maket tambang terbuka yang menjadi bukti nyata implementasi teori ke dalam bentuk visual tiga dimensi. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh umpan balik yang komprehensif dari para penguji lintas disiplin ilmu sehingga dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kompetensi akademik maupun profesional.

Dosen pengampu mata kuliah, Ir. Nofrohu Retongga, S.T., M.T., IPP., menjelaskan bahwa metode evaluasi berbasis proyek seperti ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih mendekati kondisi nyata di dunia industri. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai konsep, tetapi juga mampu mengomunikasikan ide, mempertahankan argumentasi teknis, serta bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan sebuah proyek perancangan tambang.

Ke depan, metode pembelajaran dan evaluasi berbasis maket ini diharapkan terus dikembangkan dengan mengintegrasikan teknologi digital, seperti perangkat lunak perancangan tambang dan simulasi berbasis komputer. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri pertambangan modern.

Melalui inovasi pembelajaran ini, STTIND Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, aplikatif, dan berorientasi pada dunia kerja. Kolaborasi lintas program studi dalam proses evaluasi menjadi salah satu wujud implementasi pembelajaran yang mendorong lahirnya lulusan Teknik Pertambangan yang unggul, profesional, inovatif, serta siap menghadapi tantangan industri pertambangan di masa depan.