PADANG — Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang menorehkan prestasi dalam ajang National Industrial Engineering Innovation Competition (NIEIC) 2026. Dua tim mahasiswa berhasil meraih Juara 1 kategori Safety dan Juara 3 kategori Operations Research & Analysis melalui karya ilmiah yang mengangkat isu mitigasi bencana dan keamanan pangan berbasis teknologi.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Program Studi Teknik Industri STTIND Padang di bawah kepemimpinan Kepala Program Studi, Ir. Saputra, M.T. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan upaya mahasiswa dalam menerapkan keilmuan Teknik Industri untuk menganalisis persoalan nyata dan mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Inovasi Penentuan Lokasi Relokasi Pascabencana Raih Juara 1
Juara 1 kategori Safety diraih tim yang diketuai Dheo Dwi Permana, bersama Mulia Annisa, Melani Amelia Putri, Tasia Amanda, dan Andri Benget Sianturi.
Tim tersebut mengusung karya berjudul “Penentuan Lokasi Hunian Relokasi Korban Banjir Bandang (Galodo) Arosuka, Kabupaten Solok, Menggunakan Integrasi GIS dan Multi Criteria Decision Making (AHP-TOPSIS).”
Penelitian ini membahas pendekatan penentuan lokasi hunian relokasi bagi masyarakat terdampak bencana dengan mengintegrasikan Geographic Information System (GIS) dan metode pengambilan keputusan multikriteria, yakni Analytical Hierarchy Process (AHP) serta Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).
Integrasi metode tersebut dapat digunakan untuk membantu menganalisis sejumlah kriteria dalam pemilihan lokasi. Pendekatan berbasis data ini relevan bagi perencanaan relokasi pascabencana, terutama dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih sistematis dan terukur.
Topik tersebut juga memiliki relevansi bagi Sumatera Barat, wilayah yang menghadapi risiko berbagai bencana alam. Melalui karya ini, mahasiswa berupaya menghubungkan analisis Teknik Industri dengan persoalan keselamatan dan kebutuhan perencanaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
Sistem Monitoring Keamanan Pangan Berbasis IoT Raih Juara 3
Prestasi berikutnya diraih tim yang diketuai Muhammad Ikbar Arrofiif, bersama Mutiara Oktavia, Novita Vebrina Sari, Mozi Arpansyah, dan Nur Halim. Tim ini meraih Juara 3 kategori Operations Research & Analysis.
Karya yang dipresentasikan berjudul “Perancangan Sistem Monitoring Keamanan Pangan Dapur MBG Berbasis IoT Suhu dan Waktu Tunggu Distribusi.”
Karya tersebut mengangkat pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pemantauan suhu dan waktu tunggu distribusi makanan pada operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemantauan kedua parameter tersebut menjadi bagian penting dalam pengendalian proses penyimpanan dan distribusi makanan. Melalui pendekatan teknologi digital, rancangan sistem ini diarahkan untuk mendukung proses pemantauan yang lebih terukur dan membantu pengawasan terhadap kondisi operasional yang berkaitan dengan keamanan pangan.
Gagasan tersebut memperlihatkan penerapan keilmuan Teknik Industri yang menggabungkan analisis proses, pengendalian operasional, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan di lapangan.
Presentasi Ilmiah sebagai Bagian dari Kompetisi
Berdasarkan informasi panitia NIEIC 2026, rangkaian Lomba Penulisan Artikel Ilmiah mencakup presentasi karya ilmiah secara daring melalui Zoom Meeting di hadapan dewan juri. Peserta dapat menyajikan karya dalam bentuk PowerPoint atau poster ilmiah, sedangkan jadwal, durasi, dan teknis pelaksanaan diinformasikan lebih lanjut oleh panitia.
Tahapan presentasi menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan substansi karya, menjelaskan pendekatan yang digunakan, serta mempertanggungjawabkan gagasan ilmiah di hadapan dewan juri.
Keberhasilan kedua tim STTIND Padang meraih penghargaan pada kategori berbeda menjadi hasil yang membanggakan dalam rangkaian kompetisi tersebut.
Kebanggaan bagi Program Studi Teknik Industri STTIND Padang
Dua penghargaan yang diraih mahasiswa menjadi capaian positif bagi Program Studi Teknik Industri STTIND Padang yang dipimpin oleh Ir. Saputra, M.T. Prestasi ini memperkuat semangat program studi dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, menghasilkan karya ilmiah, dan berpartisipasi dalam kompetisi.
Selain menjadi pencapaian bagi mahasiswa yang terlibat, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat maupun dunia industri.
Kedua karya tersebut juga memperlihatkan luasnya ruang penerapan Teknik Industri. Pendekatan analitis dan pengambilan keputusan dapat digunakan dalam perencanaan relokasi pascabencana, sementara teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengendalian proses dan pemantauan keamanan pangan.
Dengan demikian, capaian di NIEIC 2026 tidak hanya menjadi catatan prestasi kompetitif, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya inovasi dan pengembangan karya ilmiah di lingkungan STTIND Padang.
Keberhasilan ini diharapkan mendorong sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi mahasiswa sehingga mampu menghasilkan karya yang relevan, aplikatif, dan berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dua tim, dua kategori, dan dua prestasi nasional menjadi kebanggaan bagi STTIND Padang, khususnya Program Studi Teknik Industri. Capaian ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi, kolaborasi, dan inovasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia industri dan masyarakat.
